Properti yang Dibutuhkan Dalam Tari Piring

Properti yang Dibutuhkan Dalam Tari Piring

Properti yang Dibutuhkan Dalam Tari Piring – Indonesia slot88 resmi memiliki beragam seni budaya, salah satunya adalah Tari piring. Tarian tersebut merupakan seni tradisional dari Solok, Minangkabau, Sumatera Barat. Seperti namanya, tarian ini menggunakan piring sebagai properti utamanya. Selain menggunakan piring, tarian ini juga membutuhkan properti lain. Salah satunya adalah busana tari piring

1. Piring

Piring menjadi properti wajib untuk tarian ini, sebab piring adalah objek utama dalam tarian. Biasanya, piring yang di gunakan terbuat dari bahan keramik atau porselen. Selama melakukan tarian ini, piring yang di gunakan tidak boleh terjatuh. Lalu di akhir tarian, piring toyota-bogor.id akan di lempar ke lantai dan penari akan menari di atas pecahan piring tersebut.

2. Busana

Penari harus mengenakan busana khusus yang bernama baju kurung. Baju ini berasal dari beludru atau satin, di bagian luar pakaian tampak motif bunga dengan warna emas. Busana ini juga di sertai dengan kain kodek yang bentuknya mirip dengan sarung. Kain ini memiliki motif berwarna keemasan yang menjadi simbol kebijaksanaan.

3. Aksesoris

Selain busana lengkap, penari juga mengenakan sejumlah aksesoris saat tampil. Di antaranya adalah kalung gadang, tengkuluk tanduk, sisamping, deta, subang, kalung rumbai, dan cincin.

4. Selendang

Selendang juga menjadi properti wajib untuk tari piring. Properti ini di kenakan melingkar dari bagian atas bahu ke bawah pinggang dengan arah lingkaran.

5. Ikat Pinggang

Penari Tari piring biasanya menggunakan ikat pinggang, tujuannya untuk mengencangkan pakaian bawah. Warna ikat pinggang umumnya di sesuaikan dengan busana yang di kenakan. Properti ini di gunakan untuk penari pria maupun wanita. Penari wanita mengenakan ikat pinggang ini di dalam baju kurung, sementara penari pria mengenakannya di luar pakaian.

6. Alat Musik Tradisional

Tari piring membutuhkan alat musik tradisional sebagai pengiring. Beberapa alat musik yang dapat di gunakan, yaitu saluang, rabab, bansi, dan saruni. Kendati demikian, iringan tari piring saat ini bisa digantikan dengan rekaman lagu.

Gerakan Tari Piring

Tari piring di lakukan dengan memegang piring di telapak tangan kanan dan kiri. Kemudian, penari mengayunkan piring di tangan dan melakukan gerakan yang cepat dan teratur. Selama menari, piring tidak boleh jatuh dari tangan. Mengutip buku Seni dan Budaya untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas tulisan Harry Sulastianto, dkk., gerakan tari piring sangat dinamis dan atraktif karena selalu menampilkan gerakan akrobatik dalam memainkan piring. Sementara, pola lantai yang di gunakan dalam tari ini umumnya berupa pola lantai garis lengkung.

Tari piring biasa di tampilkan pada aktivitas pertanian dan aktivitas sosial masyarakat lainnya. Setiap daerah mengembangkan gerakan tari piring yang berbeda-beda. Namun, gerakan yang umum di mainkan adalah gaya derek (darat) dan gaya pasisisa (pesisir). Menurut Ruto Wibowo dan Sunarto dalam buku Kreatif Tematik Ekosistem Kelas V untuk SD/MI, gerakan tari piring juga bisa di maknai sebagai tahapan-tahapan kegiatan dalam budidaya tanaman padi.

Sejarah Penciptaan Tari Piring

ejarah tari piring bermula dari kepercayaan bahwa menari adalah sebuah alat komunikasi dengan sang pencipta. Masyarakat Sumatera Barat pada zaman kerajaan Sriwijaya menciptakan sebuah tarian pemujaan yang kemudian di kenal sebagai Tari Piring. Tari ini di gunakan sebagai ungkapan syukur pada Dewa Dewi karena hasil panen mereka melimpah, terutama Dewi Padi. Tarian ini sudah ada sejak 800 tahun yang lalu. Ritual tari piring dilakukan kurang lebih setahun sekali. Masyarakat menggunakan piring untuk meletakkan sesaji dan makanan lalu dipersembahkan. Yang unik adalah, ketika proses penyerahan sesaji dilakukan, para pembawa sesaji berlenggak lenggok dengan gerakan tertentu sambil membawa piring berisi sesaji tersebut dengan diiringi musik.

Setelah masa kejayaan Sriwijaya ditaklukkan oleh Majapahit sekitar abad ke-16, tari piring berhenti dilakukan oleh orang-orang suku Minang. Pasalnya, Majapahit adalah Kerajaan Islam yang tidak percaya akan kebenaran ritual tersebut. Namun, keunikan tarian ini membuatnya kemudian dialih fungsi kan menjadi tarian yang dipersembahkan untuk raja-raja dan pejabat penting istana. Bisa dikatakan tari piring yang dahulu menjadi alat untuk mengucap syukur kepada Dewa dan Dewi, kini menjadi alat untuk hiburan di kerajaan.

Investasi Properti di Jakarta

Ingin Investasi Properti di Jakarta? Berikut Lokasi Potensial nya

Ingin Investasi Properti di Jakarta? Berikut Lokasi Potensial nya – Jakarta merupakan salah satu kota yang memiliki pertumbuhan nilai properti tertinggi di Indonesia. Bahkan, dalam kondisi pandemi Covid-19 sekalipun, kota ini tetap mencatatkan kenaikan harga properti. Berdasarkan data Indonesia Property Market Index kuartal IV 2021, bersama Banten dan Jawa Barat, kenaikan harga properti di Jakarta mencapai 1,81 persen secara tahunan.

Hal tersebut menjadikan Jakarta sebagai kota favorit untuk investasi properti. Seperti diketahui, Jakarta memiliki status sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan. Fasilitas publik nomor satu pun sudah tersedia lengkap di kota ini. Tak heran, masyarakat daerah akhirnya berbondong-bondong menuju Jakarta.

Hal itu pula menjadi salah satu penyebab nilai properti di Jakarta mengalami peningkatan. Bagi penanam modal, kuantitas masyarakat di DKI Jakarta justru menjadi nilai tambah untuk berinvestasi. Sebab, kebutuhan akan hunian pun turut meningkat. Meski demikian, bukan berarti seluruh titik lokasi di Jakarta dapat dijadikan tempat berinvestasi properti.

Sebagai calon investor, Anda harus jeli memilih lokasi yang berpotensi mengalami peningkatan harga. Nah, beberapa lokasi berikut cocok untuk investasi properti.

1. TB Simatupang

Terletak di Jakarta Selatan, kawasan TB Simatupang mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal tersebut ditandai dengan pembangunan sejumlah infrastruktur, mulai dari gedung perkantoran, fasilitas publik, ruang komersial, hingga residensial.

Terdapat tiga alasan utama yang menjadikan kawasan TB Simatupang sebagai daerah yang cocok untuk berinvestasi properti. Pertama, kawasan TB Simatupang dikenal sebagai area perkantoran yang diisi oleh berbagai perusahaan multinasional dengan banyak tenaga kerja lokal dan ekspatriat.

Kedua, kawasan tersebut memiliki fasilitas lengkap yang bisa diakses dengan mudah, seperti sekolah bertaraf internasional, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit. Ketiga, kawasan TB Simatupang sudah terintegrasi dengan sarana transportasi umum, seperti mass rapid transit (MRT), Transjakarta, dan kereta listrik. Selain itu, kawasan ini juga sudah terhubung dengan jalan tol.

Baca Juga : Properti Paling Menguntungkan Untuk Investasi 2023

2. Kuningan

Terletak di pusat Kota Jakarta, Kuningan merupakan salah satu kawasan paling potensial karena masuk dalam Segitiga Emas yang merupakan jantung dari dinamika Ibu Kota. Kawasan Segitiga Emas membentang dari Jakarta Pusat hingga Jakarta Selatan. Lokasi tersebut tergolong strategis karena sebagian besar aktivitas bisnis, keuangan, dan diplomatik terjadi di daerah tersebut.

Sebagai distrik yang dijadikan sebagai pusat bisnis terbesar di Jakarta, kawasan itu pun banyak diisi oleh gedung perkantoran lengkap dengan berbagai fasilitas publik yang modern.

3. Kembangan

Kembangan merupakan salah satu wilayah potensial yang berada di kawasan Jakarta Barat. Kawasan ini sudah terhubung akses tol dalam kota, seperti Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Jakarta Inner Ring Road. Selain itu, fasilitas publik yang berada di lokasi itu pun tergolong lengkap dan berkualitas, mulai dari akses transportasi, pendidikan, hingga kesehatan.

Tak hanya itu, kawasan Kembangan juga dekat dengan berbagai pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta, seperti Lippo Mall Puri, Puri Indah Mall, Central Park Mall, dan Mall Taman Anggrek. Berkat segala kelebihan tersebut, tak heran Kembangan menjadi salah satu wilayah yang banyak diincar oleh para investor untuk menanamkan modalnya di sektor properti.

Itulah tiga lokasi potensial yang bisa dijadikan pilihan untuk berinvestasi properti. Anda bisa memilih apartemen sebagai instrumen investasi properti di tiga kawasan tersebut. Perlu diketahui, apartemen merupakan alternatif hunian yang ideal bagi kalangan profesional yang bekerja di Jakarta. Sebagai instrumen investasi, apartemen juga dinilai menjanjikan karena harganya terus meningkat dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan harga apartemen bisa jadi lebih tinggi apabila berada di lokasi strategis yang dikelilingi pusat perbelanjaan, perkantoran, dan pusat pendidikan seperti di tiga kawasan yang telah dijelaskan. Apalagi, berdasarkan hasil riset Euromonitor yang dimuat, dengan kepadatan penduduk 14.000 jiwa per kilometer persegi, Jakarta diprediksi akan menjadi salah satu kota terpadat di dunia pada 2030. Hal ini membuat apartemen menjadi solusi kebutuhan hunian masyarakat di masa depan.

Tips Cara Berbisnis Properti

Tips Cara Berbisnis Properti Yang Harus Anda Ketahui

 Tips Cara Berbisnis Properti Yang Harus Anda Ketahui – Pandemi Covid-19 membuat banyak sektor bisnis mengalami declining cukup signifikan. Hal tersebut juga terjadi secara global. Banyak negara-negara telah mengalami resesi ekonomi. Begitu juga dengan Indonesia. Indonesia telah berada diambang jurang resesi, meskipun masih dalam tahap resesi teknikal. Dalam situasi seperti ini, terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal. Banyak perusahaan di Indonesia yang melakukan PHK, karena tidak kuat terhadap situasi ekonomi yang tidak menentu.

1. Tidak Semua Bisnis Properti Perlu Modal Besar

Banyak kalangan yang beranggapan bahwa berbisnis properti membutuhkan sejumlah modal yang besar. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Jika Anda bisnis properti dengan cara menjadi developer, tentu Anda membutuhkan sejumlah dana untuk membeli sebidang tanah, melakukan pemecahan surat-surat, membangun rumah berikut fasilitas umum, mengeluarkan biaya-biaya untuk aktivitas marketing, biaya kontraktor dan lain sebagainya. Agen Properti Pada Kantor Real Estate Agent

Menjadi agen properti pada kantor real estate agent tentu memiliki berbagai keuntungannya tersendiri. Anda akan mendapatkan dukungan perusahaan agen properti dalam proses jual-beli atau sewa-menyewa properti dengan lisensi resmi sebagai agen properti profesional, mendapatkan kemudahaan dalam proses jual beli properti karena Anda membawa nama besar perusahaan agen properti, mendapatkan dukungan akan media promosi offline dan online Anda serta pada perusahaan agen properti tertentu, Anda akan mendapatkan insentif berupa pendapatan tetap untuk makan dan biaya transportasi.

  • Agen Properti Independen

Selain bergabung pada kantor agen properti tertentu, Anda bisa menjadi perantara atau broker independen. Keunggulannya adalah Anda bisa mendapatkan komisi penjualan secara utuh tanpa adanya pembagian komisi pada perusahaan. Akan tetapi, menjadi agen properti independen memiliki tantangan tersendiri. Tentu saja, proses jual beli properti akan lebih sulit karena calon konsumen akan kurang percaya jika Anda tidak dinaungi oleh agen properti tertentu. Selain itu, semua kemudahan dalam mendapatkan fasilitas media promosi offline dan online tidak bisa Anda dapatkan.

2. Bisnis Properti Cocok Untuk Berbagai Kalangan

Bisnis properti dapat dijalankan oleh semua kalangan. Apapun latar belakang pendidikan serta pekerjaan Anda, tidak menutup peluang Anda untuk berbisnis properti. Anda tidak membutuhkan requirement khusus dalam menjalankan usaha properti. Anda hanya perlu kemauan yang kuat dan koneksi pertemanan yang luas. Entah sebagai wanita karir, ibu rumah tangga, mahasiswa-mahasiswi, karyawan serta profesional bisa menjalankan usaha properti.

Baca Juga : Properti Paling Menguntungkan Untuk Investasi 2023

3. Potensi Bisnis Properti

Peluang bisnis properti di saat pandemi memang cukup menjanjikan. Di saat pandemi seperti sekarang ini, supply properti tetap ada. Terjadi peningkatan supply dimana banyak orang yang butuh uang (BU) menjual propertinya. Hal ini membuka peluang baru jika Anda ingin terjun ke bisnis properti sebagai agen properti atau membuka franchise real estate agent. Banyak sekali masyarakat yang membutuhkan peran Anda sebagai agen properti. Di sisi lain, investor selaku pembeli (buyer) juga sangat senang dan diuntungkan dengan adanya pandemi Covid-19 ini. Para investor memanfaatkan momentum seperti sekarang ini untuk membeli properti dengan harga lebih terjangkau.

  • Developer Property

Apabila Anda memiliki modal yang besar di tambah Anda memiliki pengetahuan dalam manajemen perusahaan yang bergerak di bidang real estate developer, maka sebaiknya Anda memanfaatkan potensi-potensi yang Anda miliki untuk menjadi developer properti. Memang menjadi developer properti tidak semudah yang di pikirkan. Di butuhkan keahlian dalam hal mencari dan menganalisis lahan-lahan kosong yang potensial dijadikan kawasan residensial. Selain itu, Anda juga membutuhkan manajemen tata ruang dan keahlian yang berhubungan dengan legalitas. Anda juga membutuhkan keahlian teknikal dalam melakukan pembangunan konstruksi, keahlian dalam hal mencari vendor, keahlian dalam melakukan pemasaran dan manajemen operasional lainnya.

Properti Paling Menguntungkan

Properti Paling Menguntungkan Untuk Investasi 2023

Properti Paling Menguntungkan Untuk Investasi 2023 – Investasi properti cukup diminati oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya properti memiliki kenaikan harga yang stabil, bahkan terus naik setiap tahunnya. Investasi properti secara harfiah dapat diartikan sebagai pembelian properti, yang bertujuan untuk mendapatkan Return of Investment (ROI). Artinya, properti tersebut bisa disewakan atau dijual kembali demi mendapatkan keuntungan. Khusus pada penjualan kembali, umumnya harga jual properti memiliki kisaran yang lebih tinggi dibandingkan harga beli.

1. Rumah

Rumah dapat menjadi salah satu contoh properti yang cocok sebagai investasi karena tidak berisiko tinggi, tidak terpengaruh inflasi, dan harganya tidak fluktuatif. Instrumen investasi ini pun cenderung memiliki harga yang naik setiap tahunnya. Rumah dapat di pilih sebagai investasi, demi memperoleh keuntungan jangka panjang.Tertarik membeli rumah untuk di jadikan investasi? Ada Sukamanah Islamic Village yang memiliki harga jual mulai dari Rp380 juta-an. Selain itu, ada pula Harmoni toyota-bogor.id Primavera yang dijual dengan harga mulai dari Rp168 juta-an. Kedua perumahan di atas bisa kamu beli secara cash bertahap atau menggunakan Kredit Pemilkan Rakyat (KPR), yang dapat diajukan melalui Rumah123.

Fitur KPR Rumah123 juga menyediakan fasilitas KPR Syariah, serta berbagai fitur lainnya yang bisa digunakan oleh masyarakat, seperti:

  • Cek Kemampuan KPR
  • Cek Kelayakan KPR
  • KPR Take Over
  • Simulasi KPR.

2.  Apartemen

Salah satu contoh properti yang dapat menjadi investasi selanjutnya adalah apartemen. Selain di perjualbelikan, apartemen akan lebih menguntungkan jika di jadikan bisnis sewa, baik itu sewa apartemen harian, bulanan, atau tahunan. Dengan menyewakan apartemen, tentu kita bisa mendapatkan pemasukan bulanan.

Selain itu, ada pula sejumlah keuntungan investasi apartemen lainnya, yakni:

  • Permintaan tinggi
  • Harga sewa dan harga jual terus meningkat
  • Dapat di jadikan investasi jangka panjang.

Jika tertarik membeli apartemen di Jakarta Selatan, terdapat Southgate Residence yang bisa di pilih. Sedangkan jika mencari apartemen di Bandung, ada unit apartemen terbaru dari Landmark Residence. Adapun untuk apartemen di Tangerang Selatan, kalian bisa menjatuhkan pilih pada Apartemen Roseville.

3. Townhouse

Sama seperti rumah tapak, townhouse adalah salah satu contoh properti yang tepat bila di jadikan instrumen investasi jangka panjang. Townhouse merupakan kompleks skala kecil dengan jumlah rumah paling banyak 30 unit, di bangun secara berderet dan umumnya memiliki desain serupa. Townhouse memiliki unit hunian yang terhitung sedikit, membuat kawasannya lebih privat dan tentunya aman. Ini cocok di pilih untuk keluarga yang menginginkan hunian tenteram dan mengutamakan keamanan. Tertarik membeli unit rumah di townhouse? Reiwa Town bisa menjadi pilihan menarik. Rumah di jual di Depok ini merupakan hunian eksklusif dengan harga jual mulai dari Rp900 juta.

4. Ruko

Ruko atau rumah toko adalah contoh properti yang menguntungkan untuk dijadikan investasi. Rumah toko bisa di sebut juga sebagai rumah usaha. Ini bisa menjadi investasi jangka panjang yang membuatmu mendapatkan keuntungan pasif. Perbedaannya dengan sewa rumah atau apartemen, ruko yang berfungsi sebagai tempat usaha memiliki harga sedikit lebih tinggi di bandingkan properti untuk tempat tinggal. Kamu pun bisa menyewakan ruko sesuai dengan harga pasar, lokasi, atau jenis bangunannya.

5. Rumah Kantor

Rumah kantor atau rukan adalah rumah yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga tempat kerja atau bisnis. Tidak hanya bisa di terapkan pada rumah petak saja, tetapi juga hunian vertikal yang biasa di sebut Apartemen Small Office Home Office (SOHO). Dewasa ini, ada banyak desain rumah kantor yang bisa di terapkan, mulai dari modern, minimalis, hingga industrial.

Pengertian dan Perbedaan PPJB, PJB, AJB, dan SHM

Pengertian dan Perbedaan PPJB, PJB, AJB, dan SHM

Pengertian dan Perbedaan PPJB, PJB, AJB, dan SHM – Sebelum membeli rumah atau apartemen, anda perlu untuk memahami betul perbedaan PPJB, PJB, AJB, dan SHM. Meski istilah-istilah ini mungkin sudah tidak asing di telinga anda, namun pemahaman yang lebih kuat diperlukan agar anda tidak kebingungan saat proses jual beli.

Nah, agar pemahaman anda semakin mantap, simak pengertian dan perbedaan PPJB, PJB, AJB, dan SHM berikut ini.

Pengertian dan Perbedaan PPJB, PJB, AJB, dan SHM

1. PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli)

PPJB atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli merupakan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Dengan kesepakatan ini, maka rumah, tanah, ataupun apartemen telah disepakati untuk dijual ke pembeli.

PPJB dibuat sebelum AJB. Beberapa hal ini perlu dicantumkan dalam PPJB, yaitu harga, termin pelunasan, dan pembuatan AJB.

Baca Juga: Rumah atau Apartemen? Pertimbangkan Hal Ini!

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada PPJB, yaitu:

Objek Pengikat Jual Beli

Terdapar tiga objek pengikat jual beli, yaitu:

  • Luas bangunan beserta gambar arsitektur dan gambar spesifikasi teknis
  • Lokasi tanah yang lengkap dengan nomor kavlingnya
  • Luas tanah beserta perizinannya

Kewajiban Jaminan Penjual

Penjual wajib menjamin bahwa properti yang di jual sesuai dengan yang di tawarkan pada pembeli. Penjual juga perlu menyatakan bahwa properti yang di jual tidak sedang menjadi jaminan utang atau sengketa.

Kewajiban Pembeli

Sama halnya dengan penjual, pembeli pun memiliki kewajiban. Pembeli wajib untuk membayar cicilan sesuai termin yang di tentukan, sehingga pelunasan dapat di lakukan tepat waktu. Apabila pembeli melanggar perjanjian, maka dapat di kenakan sanksi atau bahkan uang muka hangus.

2. PJB (Pengikatan Jual Beli)

PJB atau Pengikatan Jual Beli merupakan kesepakatan antara penjual dan pembeli yang di buat dengan akta notaris. Biasanya, PJB di buat karena satu hal dan lain hal selama proses jual beli, misalnya pajak yang belum lunas.

Ada dua jenis PJB, yaitu PJB lunas dan PJB tidak lunas. PJB lunas di buat apabila properti sudah di bayar, namun AJB belum bisa di buat karena pajak belum lunas.

Sedangkan PJB tidak lunas di buat apabila pembeli belum melunasi pembayaran. Terdapat beberapa hal perlu di cantumkan dalam PJB tidak lunas, yaitu uang muka yang di bayar pada saat penandatanganan PJB, termin pelunasan, serta sanksi-sanksi yang di berlakukan.

Perbedaan PPJB dan PJB

Sekilas PPJB dan PJB memang mirip. Namun, keduanya tetap memiliki perbedaan. Sederhananya, PPJB merupakan kesepakatan awal untuk mengikat antara penjual dan pembeli. Secara hukum, PPJB lebih lemah dari PJB karena hanya bersifat sementara.

Lain halnya dengan PJB. PJB merupakan pengikat hukum bagi penjual karena di buat dengan akta notaris. Karena itu, secara hukum PJB lebih kuat dari pada PPJB. Selain itu, PJB dibuat setelah ada uang muka. Tidak seperti PPJB yang dapat di buat dengan ataupun tanpa uang muka, tergantung dengan kesepakatan awal antara penjual dan pembeli.

3. AJB (Akta Jual Beli)

Setelah transaksi jual beli di lakukan, maka AJB atau Akta Jual Beli terbit sebagai bukti terjadinya proses tersebut. AJB di terbitkan oleh PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Penerbitan AJB di atur melalui Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional (Perkabar 08 Tahun 2012) dan pembuatannya di lakukan setelah pajak di bayar lunas baik oleh penjual maupun pembeli.

4. SHM (Surat Hak Milik)

SHM atau Surat Hak Milik merupakan sertifikat yang membuktikan kepemilikan penuh atas properti, baik itu tanah, rumah, ataupun apartemen. Tidak seperti berkas-berkas lainnya, SHM merupakan bukti kepemilikan terkuat dan memuliki kekuatan hukum paling tinggi. Sehingga, status kepemilikannay tidak bisa di ganggu gugat.

SHM di terbitkan oleh BPN. Proses pembuatannya dapat memakan waktu hingga hitungan bulan. Hanya warga negera Indonesia yang dapat memiliki SHM.

Perbedaan AJB dan SHM

Salah satu perbedaan antara AJB dan SHM terletak pada kekuatannya dalam hukum. SHM memiliki kekuatan hukum lebih tinggi daripada AJB. Keduanya memang menjadi bukti kepemilikan properti, namun AJB tidak dapat di jadikan sebagai bukti yang sah.

AJB di butuhkan ketika akan membuat SHM. Jika anda membeli properti dengan AJB dan tanpa SHM, maka anda yang perlu mengubahnya menjadi sertifikat. Jangan langsung puas dengan AJB saja, karena pada akhirnya pun, SHM tetap memiliki kekuatan hukum paling tinggi.

Rumah atau Apartemen?

Rumah atau Apartemen? Pertimbangkan Hal Ini!

Rumah atau Apartemen? Pertimbangkan Hal Ini! – Membeli properti butuh biaya besar sehingga harus di pikirkan dengan matang. Sebelum membeli properti, pertimbangkan properti apa yang di butuhkan dan di mana lokasi yang di inginkan. Jenis hunian yang kamu beli sudah tentu akan di tempati dalam waktu yang lama.

Umumya properti yang di gunakan sebagai hunian terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Hunian vertikal: apartemen, rumah susun, atau kondominium.
  • Rumah Tapak atau town house.

Dasar keputusan membeli jenis hunian adalah kebutuhan dan tujuan jangka panjang. Sebab, hak dan kewajiban yang terkait dengan hunian vertikal dan rumah tapak tidaklah sama. Bahkan, ada perbedaan antara rumah tapak dan hunian vertikal yang menambah atau mengurangi daya tarik masing-masing. Membeli tempat yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan adalah pertimbangan yang penting.

Pertimbangkan Hal ini Sebelum Memilih Apartemen atau Rumah

Sebelum memilih jenis hunian yang ingin di beli, ada baiknya juga mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.

1. Lokasi Bangunan

Mau beli rumah di pusat kota? Sah-sah saja asalkan ada budget karena harganya sudah pasti mahal. Mungkin dua kali lipat harga rumah di daerah pinggiran atau suburban.

Alternatif terbaik adalah tinggal di apartemen. Pada umumnya, apartemen di bangun di lokasi yang strategis untuk memudahkan mobilitas masyarakat. Itu artinya, kamu bsia menghemat waktu di perjalanan. Tidak ada yang namanya “tua di jalan”, apalagi di Jakarta yang super macet.

Baca Juga: Jenis-Jenis Investasi yang Populer di Indonesia

2. Harga Bangunan

Meskipun kota-kota besar seperti Jakarta sudah padat, masih ada kemungkinan untuk dapat hunian di tengah kota. Konsekuensinya adalah harganya yang selangit, khususnya untuk rumah tapak.

Bagi milenial yang mencari hunian ramah di kantor, alternatif terbaik adalah apartemen. Itu juga yang letaknya agak jauh dari kota. Estimasi harganya mungkin di kisaran Rp 300-400 juta.

Apartemen cocok, terutama bagi yang belum berkeluarga. Jika sudah, alihkan perhatian untuk membeli rumah tapak. Meskipun mahal, tapi jauh lebih nyaman untuk di tempati beberapa anggota keluarga.

3. Biaya yang Dikeluarkan

Tinggal di apartemen memerlukan biasa ekstra. Biaya tersebut adalah biaya perawatan dan pengelolaan bangunan yang bisa di bayarkan setiap bulan. Ada juga yang di bayar sekali dalam tiga bulan.

Biayanya lumayan besar dan belum termasuk biaya parkir, listrik, dan air. Berbeda dengan tinggal di rumah tapak. Kamu tidak perlu mengeluarkan biaya apa-apa lagi di kemudian hari, kecuali jika ingin merenovasi atau memperbaiki rumah. Namun, jika rumah tapak berada di lokasi perumahan elit, mungkin akan di kenakan biaya keamanan setiap bulan.

4. Kepemilikan Lahan

Apartemen adalah bangunan vertikal, jadi tidak ada namanya sertifikat kepemilikan lahan. Penghuni hanya memiliki sertifikat hak milik atas apartemen yang di huninya, sementara sertifikat lahan ada di tangan pengembang.

Apartemen juga memiliki masa berlaku, yaitu 20 tahun. Setelah masa ini habis, penghuni harus melakukan perpanjangan agar bisa tinggal di apartemen tersebut.

Berbeda dengan rumah tapak yang lahannya bisa di miliki oleh perseorangan. Sewaktu membeli rumah, kamu akan di berikan Sertifikat Hak Milik (SHM) oleh pengembang. Selama sertifikat tersebut ada di tangan, maka rumah tersebut menjadi hak kamu.

5. Fasilitas

Dari segi fasilitas, apartemen jauh lebih menguntungkan. Dekat dengan gedung perkantoran, mall, supermarket, mesin ATM, sekolah, dan rumah sakit. Di dalam apartemen juga di sediakan fasilitas untuk memanjakan penghuni, seperti pusat kebugaran, taman bermain, lounge, dan kolam renang.

6. Tingkat Keamanan

Apartemen maupun rumah tapak memiliki sistem keamanan yang cukup baik. Keduanya sama-sama di lengkapi dengan security dan kamera CCTV. Perbedaannya ada di akses menuju hunian. Di apartemen, pengunjung harus memiliki akses tersendiri untuk bisa naik lift. Sedangkan di rumah tapak, cukup menunjukkan atau meninggalkan identitas saja di kasih masuk. Mengingat keamanan sangat penting, tak heran jika apartemen makin di minati karena sistem keamanannya jauh lebih baik.

Liga top Eropa