Cara Benar Menjadi Agen Properti Profesional

Cara Benar Menjadi Agen Properti Profesional

Cara Benar Menjadi Agen Properti Profesional – Kebutuhan akan properti yang terus meningkat setiap tahunnya, market yang masih terbuka lebar, ditambah keuntungan yang cukup menggiurkan, sudah cukup menjadi alasan bagi siapapun untuk tertarik menggeluti bisnis sebagai agen properti.

Bisa dibayangkan, jika dalam satu bulan bisa menjual rumah seharga Rp500 juta sekali saja, maka keuntungan yang di peroleh sebesar Rp500 juta x 2% = Rp10 juta. Apalagi jika dalam sebulan bisa menjual lebih dari 1 unit rumah atau mampu menjual rumah dengan harga diatas Rp.500 juta, maka keuntungan yang diperoleh tentu akan berkali-kali lipat.

Bergabunglah dengan Asosiasi Agen Properti

Dengan bergabung dengan asosiasi agen properti maka Anda akan mendapat pengakuan sebagai agen properti profesional. Setelah bergabung lebih baik lagi jika Anda berusaha mendapatkan sertifikat sebagai agen properti profesional. Karena sertifikat atau lisensi merupakan satu bentuk pengakuan terhadap kemampuan yang Anda miliki serta bentuk legalitas atas profesi yang Anda geluti sehingga semakin meyakinkan customer untuk menggunakan jasa Anda. Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), sejak tahun 2015 memang berupaya untuk meningkatkan profesionalisme para agen properti lewat LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Broker Properti.

Persiapkan Kantor dan urus Pendirian badan Usaha

Cara untuk menjadi broker properti yang satu ini sifatnya opsional, karena lebih di khususkan bagi mereka yang bekerja di bawah naungan sebuah badan usaha dan tidak berlaku untuk mereka yang menjadi broker properti freelance dengan menjadikan rumah masing-masing sebagai kantor. Kelebihan memiliki kantor dan bekerja di bawah naungan badan usaha adalah reputasi seorang agen properti akan terlihat lebih baik dan lebih terpercaya di mata konsumen karena kecenderungan masyarakat sekarang dalam bertransaksi adalah memanfaatkan jasa dari pihak-pihak yang memiliki legalitas usaha.

Baca Juga : Dekorasi dan Desain pada Konsep Properti Rumah

Sediakan Anggaran

Tidak ada ketentuan yang mengikat terkait modal awal yang di butuhkan untuk mengawali bisnis sebagai agen properti, tapi yang pasti harus ada dana untuk mendirikan kantor, mengurus perijinan badan usaha, mencetak kartu nama, membangun sebuah website dan melakukan promosi via online, mencetak brosur, pamflet dan sarana promosi lainnya, menambah pengetahuan dengan membeli buku-buku yang berkaitan dengan bisnis properti serta mengikuti berbagai seminar guna menambah pengetahuan, dan berbagai kebutuhan lain yang memerlukan anggaran.

Membangun Portofolio dan Membangun Relasi

Ada dua cara yang dapat di gunakan untuk membangun portofolio, yaitu dengan mencari mentor serta memanfaatkan jaringan pribadi. Mendapatkan mentor yang tepat menurut Barbara Kennon penting bagi seorang broker terlebih bagi agen properti pemula. Karena menurut broker properti dari National Association of Realtors ini seorang mentor yang baik. Akan dapat memandu broker pemula tentang bagaimana mendapatkan klien dengan cara yang cepat dan tepat. Serta mengarahkan mereka untuk melakukan transaksi jual beli properti.

Perbanyak Listing

Menjadi agen properti pada dasarnya adalah berbisnis jual beli informasi. Oleh karena itu salah satu cara jadi agen properti adalah memperbanyak database listing berupa daftar properti yang di jual. Semakin banyak dan semakin lengkap listing properti yang di jual, maka kemungkinan untuk dapat menjual properti sebanyak-banyaknya juga semakin besar. Cara untuk mengumpulkan listing properti bisa di lakukan dengan berbagai macam cara. Yaitu dengan cara yang baik dengan terjun sendiri ke lapangan maupun melalui berbagai macam media.

Tentu saja tidak hanya sekedar mengumpulkan daftar properti yang akan di jual. Tetapi juga melakukan tindak lanjut (follow up) dengan mengetahui sedetail mungkin. Seperti properti yang akan di jual, mulai dari kondisi fisik, legalitas dan sebagainya. Selanjutnya, barulah mencari calon pembeli yang potensial.

Opsi Investasi Anak Muda

Opsi Investasi Anak Muda yang Gak Cuma Cuan Tapi juga Gampang

Opsi Investasi Anak Muda yang Gak Cuma Cuan Tapi juga Gampang – Kalau kamu perhatikan, ada fenomena baru di postingan sosial media anak muda Indonesia. Di Instagram, postingan IG Story teman gak lagi tentang OOTD, makanan, atau jalan-jalan. Tapi juga screenshot pergerakan saham. Begitu juga di twitter. Banyak tweet seputar pergerakan saham. Dimana kadang, ditulis dengan bahasa yang orang awam sulit pahami.

Anak muda di indonesia memang sedang asyik berinvestasi. Sekarang bukan masanya, anak muda takut investasi. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dalam tiga tahun terakhir, investor pasar modal Indonesia kebanyakan berasal dari kalangan millennials dan Gen-Z. Ramainya anak muda mulai investasi di pasar modal selain karena melihat return yang cukup menguntungkan tapi juga kemudahan akses untuk berinvestasi secara online.

1. Reksadana

Jangan ragu buat belajar investasi untuk anak muda melalui reksadana. Jenis investasi ini sangat disarankan untuk para newbie yang baru mencoba dunia investasi. Reksadana adalah sekumpulan dana yang telah dihimpun masyarakat sebagai investor untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi ke beberapa instrumen investasi seperti pasar uang, surat utang, maupun saham. Terdapat beberapa macam reksadana sesuai dengan bentuk instrumen investasi yang bisa kamu coba yaitu:

  • Pasar Uang
  • Saham
  • Obligasi
  • Campuran

Investasi reksadana dapat dilakukan secara online lewat aplikasi investasi sampai e-commerce. Cara menggunakannya pun mudah. Kamu cukup lakukan registrasi, lalu memilih jenis reksadana dan manajer investasi yang kamu inginkan. Segala informasi mengenai persentase keuntungan, portofolio, profil risiko, dan lain sebagainya juga sudah tersedia. Selain itu, kamu bisa langsung mulai beli reksadana dengan murah seharga 100 ribu dengan return hingga 20%.

2. Investasi emas

Mungkin sebagian orang berpikir bahwa emas lebih cocok untuk investasi para orang tua berusia 40an ke atas. Tapi sebenernya, investasi emas juga cocok buat anak muda investasi. Soalnya, kamu bisa dengan mudah melakukan investasi lewat online di aplikasi maupun beli emas di e-commerce. Modalnya pun sangat murah, bisa di bawah 100 ribu. Keuntungan yang didapat dari investasi emas juga cukup besar. Harga emas akan terus naik setiap tahunnya. Kalau kamu beli di e-commerce khususnya Tokopedia, beli emas sedikit-sedikit dengan cara menggenapkan total belanjaan. Misalnya, total barang belanjaan kamu sebesar 170 ribu. Kamu genapkan menjadi 200 ribu. Uang sebesar 30 ribu yang kamu tambahkan dipakai buat beli emas. Dijamin gak berasa, tau-tau emas kamu banyak.

Baca Juga : Aplikasi Investasi Saham yang Diawasi OJK dan Ramah Pemula

3. Investasi Peer to Peer Lending

Peer to peer (P2P) lending menjadi salah satu instrumen investasi untuk anak muda Tentunya kamu sudah familiar dengan pinjaman online. Kamu gak cuma berpotensi sebagai peminjam dana, tapi juga pemilik dana yang meminjamkan uang kepada mereka yang membutuhkan. Hal tersebut di lakukan melalui peer-to-peer lending yang merupakan layanan yang mempertemukan antara pemilik dana dan peminjam dana. Cara kerjanya adalah kamu memilih platform P2P lending yang kamu percayai, kemudian setorkan dana sebagai investor. Saat ada yang meminjam uang yang kamu setorkan dan melunasinya, maka kamu akan dapat keuntungan dari bunga pinjaman tersebut.

4. Saham

Buat kamu yang suka tantangan, boleh banget coba investasi saham. Keuntungan yang di berikan dari investasi saham cukup besar. Jenis investasi ini punya risiko yang tinggi. Nilai saham berubah setiap saat dan sulit di prediksi. Apapun bisa terjadi. Meskipun begitu, risiko tersebut masih bisa kamu atasi dengan memilih saham blue chip yang cenderung aman.

5. Deposito

Belajar investasi untuk anak muda dari nol bisa lewat deposito dulu Kamu gak perlu repot berpikir apakah nilai investasi hari ini lagi naik atau turun. Deposito berjangka relatif stabil. Simpan uang kamu di deposito bank selama beberapa waktu.

Aplikasi Investasi Saham yang Diawasi

Aplikasi Investasi Saham yang Diawasi OJK dan Ramah Pemula

Aplikasi Investasi Saham yang Diawasi OJK dan Ramah Pemula – Berinvestasi saham adalah salah satu cara terbaik untuk mencapai kebebasan finansial yang diinginkan banyak orang di era ini. Berinvestasi saham bisa jadi sesuatu yang asing dan berisiko besar. Pasalnya, ada beberapa bisnis penipuan yang dimulai dengan embel-embel menanam saham. Namun, sebenarnya tidak demikian karena sekarang ada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menjamin keamanan badan penyedia saham. Dengan adanya otoritas yang mengawasi jalannya investasi, orang yang baru terjun ke dunia saham bisa sangat terbantu toyota-bogor.id

Aplikasi Investasi Saham untuk Pemula

Selain itu, sekarang menanam saham tidak perlu ribet karena ada tujuh aplikasi investasi saham yang bisa diunduh di smartphone dan langsung bisa digunakan. Yang unik dari ketujuh aplikasi ini adalah adanya pengawasan dari OJK dan juga ramah pemula.

Stockbit

Sebagaimana yang diharapkan dari aplikasi saham, Stockbit menawarkan beberapa pilihan saham beserta seluruh informasi yang berhak diketahui calon investor. Stockbit juga memungkinkan investor memantau pergerakan bursa saham secara langsung. Uniknya, aplikasi ini memberikan fitur komunitas online yang menjadi tempat bertemu dan berkomunikasi para investor. Melalui fitur ini, investor pemula bisa memperoleh masukan dan tip dari pada investor awalan yang tergabung dalam komunitas ini. Melalui fitur “stream” yang disebut sebagai media sosial untuk saham ini, investor dapat membuat lini waktunya sendiri dan memeriksa perkembangan sahamnya atau orang lain.

MOST Mandiri

Seperti namanya, aplikasi ini di kembangkan oleh Bank Mandiri sehingga hanya nasabahnya saja yang bisa menggunakan aplikasi ini. Aplikasi ini di jamin menarik bagi non-nasabah Mandiri karena menawarkan kemudahan penggunaannya yang di dapuk jadi yang terbaik di Indonesia yang di miliki perusahaan sekuritas. Salah satu fitur yang menarik adalah auto order. Fitur ini memungkinkan investor untuk melakukan pembelian atau penjualan saham secara otomatis. Selain itu, Mandiri memberikan layanan Training sehingga investor lebih memahami penggunaan dan bagaimana cara kerja saham.

RTI Business

RTI Business bisa di bilang salah satu aplikasi paling terkenal di kalangan para investor. Meskipun begitu, aplikasi ini masih ramah investor pemula dengan penyajian data yang cukup lengkap. Data yang di sajikan termasuk profil, laporan pemasukan, aliran keuangan, neraca, probabilitas, dan pendapatan perusahaan. Data ini bisa di gunakan pemula sebagai pertimbangan untuk menentukan dengan pasti perusahaan mana yang menarik untuk di jadikan tempat investasi.

IPOT

Sebagai aplikasi investasi saham milik PT Indo Premier Sekuritas, IPOT memiliki beberapa fitur menarik. Fitur paling menarik adalah adanya robot trading. Robot ini dapat menjalankan instruksi transaksi, baik pembelian maupun penjualan, sesuai harga yang kamu inginkan. Sebelum menggunakan fitur ini, kamu juga bisa mempelajari tabel yang tersedia untuk melakukan analisis saham. Selain itu, aplikasi ini sangat ramah pemula karena kamu bisa deposit dengan nominal seminimal mungkin sehingga sangat menarik bagi orang yang masih ragu bermain saham.

Bibit

Aplikasi ramah pengguna berikutnya yang cukup ramai jadi perbincangan pada 2023 adalah Bibit. Bibit menjadi aplikasi yang sangat di rekomendasikan karena aplikasi ini mampu memilihkan investasi terbaik bagi pengguna sesuai usia, penghasilan, tingkat risiko dan target investasi yang di inginkan pengguna.

BCAS

BCA Sekuritas berada di bawah naungan bank BCA sehingga aplikasi ini memang di peruntukkan bagi nasabah bank tersebut. Namun, jika tertarik untuk menanam saham melalui aplikasi ini karena beberapa fiturnya, kamu tinggal membuka rekening di bank tersebut.

Mengenal Jenis Investasi

Mengenal Jenis Investasi dan Cara Berinvestasi untuk Pemula

Mengenal Jenis Investasi dan Cara Berinvestasi untuk Pemula – Sebelum kita membahas lebih lanjut seputar jenis-jenis investasi dan cara berinvestasi, ketahuilah bahwa investasi merupakan kegiatan penempatan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan tujuan mendapatkan penghasilan atau peningkatan nilai. Secara sederhana, investasi adalah salah satu alat untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan kita. Pada dasarnya, tujuan keuangan setiap orang berbeda-beda. Sebut saja, seorang berusia 25 tahun tentu memiliki rencana dan cita-cita yang berbeda dengan orang berusia 50 tahun.

Jenis Investasi Berdasarkan Tujuannya

1. Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek berlangsung antara kurang dari satu tahun hingga tiga tahun saja. Sebagai contohnya, seorang pemuda berusia 25 tahun berniat untuk menikah tiga tahun ke depan. Maka dia membutuhkan dana segar untuk menyelenggarakan pesta pernikahan yang tidak murah. Mengingat akan kebutuhan itu, maka pemuda tersebut disarankan untuk berinvestasi di instrumen rendah risiko dalam artian memiliki fluktuasi nilai yang stabil, likuiditas yang tinggi sehingga mudah dikonversikan dalam bentuk cash, serta bisa menghasilkan pendapatan tetap. Beberapa instrumen yang disarankan untuknya adalah deposito, reksadana pasar uang, atau surat utang negara jangka pendek. Apakah bisa, pemuda tersebut berinvestasi di saham untuk tujuan finansial ini? Bisa, namun tentu saja kurang disarankan. Alasannya saham adalah instrumen yang memiliki fluktuasi nilai yang tinggi dalam jangka pendek. Membeli saham sama saja dengan membeli bisnis, dan pertumbuhan bisnis tentu tidak bisa di nilai hanya dalam jangka waktu pendek.

2. Investasi Jangka Menengah

Ketika seseorang memiliki tujuan finansial antara 3 hingga 10 tahun, maka hal ini bisa di sebut dengan investasi jangka menengah. Sebut saja, dalam lima tahun ke depan Bapak Budi harus mendaftarkan diri putranya ke sebuah universitas ternama di Jakarta. Maka Bapak Budi membutuhkan dana yang cukup besar untuk membayar uang pangkal serta semester I. Mengingat kebutuhan dananya di atas lima tahun, Bapak Budi bisa memilih instrumen dengan risiko sedikit lebih tinggi dari deposito, reksadana pasar uang, atau surat utang negara, dengan harapan memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi. Instrumen yang dimaksud adalah reksadana pendapatan tetap (obligasi), obligasi swasta, reksadana campuran.

3. Investasi Jangka Panjang

Ketika tujuan investasinya di atas 10 tahun, maka investasi ini sudah masuk dalam kategori investasi jangka panjang. Tujuan-tujuan investasi itu bisa berupa biaya pendidikan anak, biaya penyelenggaraan pesta pernikahan anak, pembelian aset ke anak cucu, dan dana pensiun. Semakin panjang periode investasi, makin fleksibel seseorang memilih instrumennya. Mereka bisa memilih instrumen dengan risiko rendah, moderat, tinggi, maupun instrumen yang tidak dapat dikonversi dengan cepat.

Baca Juga : Jenis-Jenis Investasi yang Cocok Untuk Pemula

Cara Berinvestasi

1. Pastikan Kita Telah Sehat Secara Finansial

Sebelum berinvestasi, pastikan telah memiliki dana darurat yang ideal dan memiliki proteksi keuangan dengan memiliki jaminan kesehatan atau asuransi. Merencanakan keuangan untuk masa depan memang sangat penting. Namun jangan pernah sepelekan hal-hal yang menjadi perhatian dan prioritas di masa kini.

Tanpa dana darurat yang ideal, kita akan kesulitan dalam menghadapi risiko hilangnya pendapatan akibat PHK atau ketidakpastian ekonomi. Tanpa perlindungan kesehatan, kita juga bisa kehilangan dana yang cukup besar ketika harus berobat.

2. Tentukan Tujuan Terlebih Dulu

Ketahuilah tujuan-tujuan keuangan yang ingin di capai dalam berbagai periode. Sebut saja untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Tanpa tujuan yang jelas, maka proses investasi akan menjadi tidak terukur. Setelah menentukan tujuan, tentukan pula kebutuhan dana untuk merealisasikannya. Kita bisa memulai proses investasi setelah memahami kebutuhan dana.

Jenis-Jenis Investasi yang Cocok Untuk Pemula

Jenis-Jenis Investasi yang Cocok Untuk Pemula

Jenis-Jenis Investasi yang Cocok Untuk Pemula – Investasi menjadi salah satu kegiatan keuangan yang kian di minati oleh banyak masyarakat Indonesia. Tentunya, investasi memiliki berbagai macam jenis serta tujuannya masing-masing. Nyatanya, masih cukup banyak orang yang berinvestasi namun gagal dapatkan keuntungan di karenakan kurangnya pemahaman dalam berinvestasi.

Kenapa Kita Harus Investasi Sejak Dini?

Investasi adalah aktivitas penanaman modal atau aset berharga yang bertujuan untuk dapatkan keuntungan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Melakukan investasi sejak dini di klaim dapat lebih menjamin keuangan kita di masa depan. Hal ini di karenakan investasi dari sejak dini dapat melindungi nilai aset dari inflasi yang menyebabkan turunnya daya beli uang. Semakin cepat kita mulai berinvestasi, maka akan semakin siap juga untuk hadapi tantangan, risiko, dan ketidakpastian di waktu yang akan datang.

Jenis Investasi untuk Pemula

1. Reksa Dana

Merupakan sarana menghimpun dana masyarakat pemodal yang di kelola oleh Manajer Investasi (MI). Reksa dana menjadi jenis investasi yang di minati para investor pemula di karenakan kamu dapat mulai berinvestasi dengan jumlah modal yang sangat kecil, yaitu mulai dari Rp100.000. Reksa dana memiliki berbagai macam jenis, seperti Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, Proteksi. Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, di investasi ini terdapat Manajer Investasi yang ahli dan profesional dalam mengelola dan mengalokasikan investasi dana yang di miliki dengan baik.

2. Investasi Saham

Jenis investasi yang dapat menunjang persiapan dana masa depanmu selanjutnya yaitu investasi saham. Saham merupakan penyertaan modal seseorang atau badan terhadap kepemilikan suatu perusahaan. Investasi saham terbagi menjadi 2 jenis, yaitu investasi jangka panjang dan jangka pendek. Investasi saham jangka panjang memakan waktu yang cukup lama untuk dapatkan keuntungan, yaitu mulai dari 3 hingga 15 tahun. Sedangkan investasi saham jangka pendek memakan waktu 1 hingga 3 tahun untuk dapatkan keuntungan.

3. Deposito Berjangka

Deposito berjangka atau deposito bank menjadi salah satu investasi yang mudah untuk di lakukan oleh pemula. Risiko yang muncul dari investasi deposito dengan modal yang tidak banyak pun sangat kecil. Hal ini di karenakan deposito berjangka merupakan jenis investasi simpanan pada bank yang telah terjamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sistem deposito ini mirip seperti menabung biasa, bedanya jumlah uang yang di investasikan terbilang cukup ketat serta tidak dapat di ambil sembarangan.

4. Investasi Emas

Jenis investasi yang cocok untuk pemula lainnya yaitu emas seperti emas batangan. Emas batangan menjadi salah satu instrumen yang di minati banyak orang karena cara berinvestasi yang mudah untuk di pahami serta keamanan yang terjamin. Selain itu, emas juga memiliki nilai yang cenderung terus meningkat setiap tahunnya karena emas tidak akan tergerus oleh inflasi. Namun, emas memiliki harga yang cukup tinggi per gramnya, maka dari itu, investasi emas membutuhkan modal yang lebih tinggi di bandingkan investasi yang sudah kita bahas sebelumnya.

5. Peer-to-Peer Lending (P2P Lending)

Investasi Peer-to-Peer Lending atau P2P Lending memang jarang terdengar bagi para pemula. Namun, jenis investasi ini sama-sama membutuhkan modal yang tidak begitu besar serta dapat memberikan keuntungan yang cukup besar. P2P merupakan mekanisme yang mempertemukan individu yang membutuhkan kredit/pinjaman dengan orang yang mau memberikan pinjaman. Dengan kata lain, P2P lending merupakan skema pembiayaan untuk individu atau pihak yang membutuhkan pinjaman. Rata-rata pengembalian dari investasi P2P lending ini ialah 14% – 20% setiap tahunnya.

Jenis Investasi Populer di Indonesia

Jenis Investasi Populer di Indonesia Yang Wajib Anda Tau

Jenis Investasi Populer di Indonesia Yang Wajib Anda Tau – Jenis investasi bisa menjadi cara untuk melindungi dan meningkatkan kekayaan Anda. Namun, tidak dapat dipungkiri, dibandingkan dengan negara lainnya, masyarakat Indonesia masih sedikit yang berminat dalam dunia investasi. Rendahnya minat dalam berinvestasi ini tidak lain karena kebanyakan masyarakat Indonesia berpikir bahwa berinvestasi adalah kegiatan yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kaya saja.

Kini paradigma tersebut semakin bergeser seiring berkembangnya zaman. Investasi kini semakin mudah dijangkau oleh masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah. Pendidikan finansial yang semakin mudah dijangkau pun meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berinvestasi yang akhirnya berdampak besar dalam pertumbuhan investasi di Indonesia.

Jenis Investasi: Jangka Pendek & Panjang

1. Jangka Pendek

Sesuai dengan namanya, jenis investasi ini memiliki periode yang cukup pendek dengan hasil yang dapat dilihat setelah 3 sampai 12 bulan. Sebutan lain dari investasi jangka pendek adalah investasi sementara untuk mengamankan harta yang di miliki sembari menunggu munculnya peluang investasi lain yang memiliki return lebih optimal.

2. Jangka Panjang

Kebalikan dari investasi jangka pendek, investasi jangka panjang masuk dalam kategori investasi yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mulai merasakan hasil atau return. Misalnya, banyak investor yang membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk kemudian menjualnya dan merealisasikan return. Bahkan tidak sedikit investasi jangka panjang yang hanya di beli tanpa dijual kembali.

Macam Instrumen Investasi Populer di Indonesia

1. Reksa Dana

Dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, reksa dana berarti wadah yang di gunakan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat bermodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Anda sebagai investor hanya perlu menyiapkan modal yang kemudian modal tersebut di kelola oleh manajer investasi untuk di investasikan dalam portofolio efek. Portofolio efek tersebut terdiri atas produk-produk pasar uang, obligasi, maupun saham.

Baca Juga : Cara Mudah Menghitung Zakat Hasil Investasi

2. Saham

Instrumen investasi ini merupakan yang paling di kenal oleh masyarakat Indonesia. Mungkin Anda salah satunya yang memilih saham sebagai instrumen investasi. Jadi, yang Anda lakukan adalah membeli saham suatu perusahaan yang tercatat di Bursa Efek, maka Anda merupakan pemegang saham dari perusahaan tersebut dan memperoleh hak atas dividen sebesar persentase saham yang Anda miliki di perusahaan tersebut.

3. Emas dan Logam Mulia

Selain saham, emas dan logam mulia merupakan salah satu instrumen investasi yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia dari dulu hingga kini. Investasi ini juga cocok bagi Anda yang ingin memiliki investasi jangka panjang yang cenderung aman karena harga emas dan logam mulia akan terus naik. Untungnya lagi, peningkatannya di sebabkan atas respon terhadap keadaan tertentu yang menyebabkan nilai paper investment; saham dan obligasi, menurun. Harga yang cenderung naik dan stabil ini pun menjadi alasan banyak orang yang berinvetasi di emas dan logam mulia.

4. Obligasi

Obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun panjang yang dapat di pindahtangankan. Surat utang ini berisi janji dari pihak penerbit untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi utang pokok pada waktu yang sudah di tentukan kepada pemegang obligasi. Imbalan bunga yang di terima oleh pemegang obligasi adalah kupon.

5. Deposito Berjangka

Instrumen investasi lainnya adalah deposito berjangka yang bisa Anda lakukan di Bank. Deposito berjangka ini memiliki bunga yang lebih tinggi bila di bandingkan dengan tabungan biasanya. Selain itu, deposito berjangka memiliki tanggal jatuh tempo yang jelas, biasanya 3 – 12 bulan.

Cara Mudah Menghitung Zakat Hasil Investasi

Cara Mudah Menghitung Zakat Hasil Investasi

Cara Mudah Menghitung Zakat Hasil Investasi – Investasi merupakan topik yang selalu menarik untuk dibahas. Tren melek investasi menyediakan beragam pilihan untuk para pemula yang sebelumnya belum pernah berinvestasi. Selain itu, hasil keuntungan dari investasi dapat digunakan sebagai tabungan, aset, dan lain-lain sesuai keinginan investor. Hasilnya pun dapat di zakati untuk membantu kehidupan para mustahik yang disebut sebagai zakat investasi. Zakat investasi adalah zakat yang dikeluarkan dari dana yang di serahkan kepada pihak lain untuk di kembangkan, baik dengan menggunakan cara mudharabah, musyarakah, murabahah, atau sejenisnya. Lalu, nishab atau batas mininum zakat investasi di keluarkan adalah senilai 85 gram emas 24 karat sesuai dengan harga pasar emas hari wajib zakat. Kadar zakat investasi yg harus dikeluarkan adalah sebesar 2,5% dengan syarat harta perusahan yang wajib di zakati sudah mencapai haul (satu tahun kepemilikan) toyota-bogor.id

1. Zakat Saham

Saham merupakan salah satu investasi yang di gandrungi oleh para investor. Berdasarkan kesepakatan para ulama pada Muktamar Internasional Pertama tentang zakat di Kuwait (29 Rajab 1404 Hijriyah) bahwa hasil dari keuntungan atau di viden saham wajib di keluarkan zakatnya, seperti di lansir dari zakat.or.id. Lalu, saham yang di keluarkan zakatnya adalah saham syariah. Jika muzakki (wajib zakat) membayar zakat saham yang tidak terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES), namun bisnisnya tidak bertentangan dengan prinsip syariah, maka hanya di terima sebagai infak atau sedekah. Prinsip syariah yaitu investasi yang tidak melibatkan hal-hal yang di larang secara syariat seperti riba, alkohol, judi, dan pornografi. Kepemilikan setahun saham syariah di hitung berdasarkan laporan tahunan. Jika sudah setahun dan nilainya setara dengan harga 85 gram emas, maka pemilik wajib menzakati sahamnya.

2. Zakat Tanah Investasi

Selain saham, tanah yang di beli bisa menjadi aset investasi. Sebelum mengeluarkan zakat, muzakki perlu mengetahui terlebih dahulu hukum tanah sebagai harta, tanah untuk investasi jangka panjang, dan tanah untuk kegiatan jual beli. Ketiganya memiliki perbedaan untuk kewajiban mengeluarkan zakat.

3. Zakat Emas

Emas merupakan investasi yang memiliki prospek menjanjikan karena harganya cenderung stabil. Emas sebagai harta merupakan harta yang wajib di zakati. Sebelum mengeluarkan zakatnya, muzakki harus tahu jenis emasnya supaya perhitungan total yang mesti di zakati tepat. Muzakki harus bisa membedakan emas investasi, emas untuk perdagangan, dan emas perhiasan. Emas untuk investasi hukumnya wajib di zakatkan. Adapun nishab emas adalah: 85 emas atau senilai dengannya. Apabila seseorang memiliki emas simpanan dan uang tabungan, maka keduanya di hitung menjadi satu dalam pencapaian nishab, seperti di kutip dari Ustad Abdurrochim. Dengan begitu, cara menghitung besaran dari zakat emas investasi adalah:

  • uang cash + tabungan + investasi (bila ada) + emas (baik berupa logam mulia atau perhiasan simpanan) x 2,5 persen = nilai wajib zakat yang harus di keluarkan.
  • Sementara, emas yang digunakan untuk jual beli dan bisnis, maka wajib di zakati jika pedagang sudah berjualan selama setahun dan mencapai nisab yang setara dengan harga 85 gram emas. Kadar zakat yang dikeluarkan adalah 2,5% dan ditunaikan saat sudah setahun. Lalu, cara menghitung zakatnya adalah:
    (nilai barang dagangan + uang yang ada + tabungan dan harta sejenisnya) x 2,5% = total nominal yang wajib di zakati.
  • Lalu, untuk emas perhiasan ulama memiliki perbedaan pendapat, seperti ulama Madzhab Syafi’i yang menjelaskan bahwa emas yang di gunakan sebagai perhiasan tidak wajib di zakati. Meskipun begitu, perbedaan bukanlah celah untuk membenci. Untuk keluar dari perbedaan, maka sebagian besar ulama mengarah kepada kewajiban menunaikan zakat perhiasan dan cukup hanya sekali. Landasan tersebut merupakan pendapat dari ulama kalangan mazhab Maliki.

Pilihan Investasi yang Bikin Investor Cepat Kaya

Pilihan Investasi yang Bikin Investor Cepat Kaya

Pilihan Investasi yang Bikin Investor Cepat Kaya – Di antara sekian banyak instrumen investasi, kamu perlu mendapatkan rekomendasi beberapa investasi yang menjanjikan. Dengan peningkatan setiap tahunnya, kamu dapat memilih satu dari beberapa jenis investasi berikut ini. Untukmu yang masih investor pemula, jangan cemas karena hasilnya tetap menguntungkan. Kamu bisa gunakan modal sesuai kemampuan.

1. Emas

Salah satu instrumen investasi yang terkenal dengan keistimewaannya adalah emas. Sebagai salah satu jenis logam mulia, emas tak hanya diandalkan sebagai perhiasan saja. Emas sangat digemari dan diandalkan sebagai investasi. Dalam hal ini, emas sangat tahan terhadap inflasi karena nilainya cenderung naik dan stabilitasnya tinggi. Nilai yang cenderung naik setiap tahun ini diakibatkan banyaknya peminat dan persediaan yang memadai. Emas juga mudah dijualbelikan, sehingga peredarannya lancar. Dengan demikian, permintaan dan penawarannya seimbang. Semua ini menyebabkan tingginya keuntungan yang diperoleh investor emas. Sebagai investor pemula, investasi emas sangat tepat dijadikan pilihan. Soal harga, kamu bisa menyesuaikan dengan kemampuan. Jika belum mampu membuka rekening investasi emas atau membeli emas batangan, kamu dapat membeli emas dalam bentuk perhiasan.

2. Saham

Siapa bilang jika saham hanyalah diperuntukkan kepada investor yang sudah berpengalaman. Kamu yang masih pemula bisa juga ikut berinvestasi saham. Sekarang ini, kamu bisa mulai berinvestasi saham senilai Rp100 ribu. Menariknya, keuntungan saham semakin naik setiap tahunnya, meskipun risikonya juga cukup tinggi. Saham memang dikenal sebagai instrumen investasi yang high risk high return. Meski terdapat risiko, kamu tak perlu cemas karena bisa pilih perusahaan bonafide yang sudah tepercaya dalam menjalankan bisnis. Jasa keuangan juga sudah banyak yang membantu mengatur investasi.

3. Properti

Zaman sekarang, siapa pula yang tidak tertarik pada investasi properti. Setiap orang yang mengetahui dunia investasi pasti menginginkannya. Properti merupakan instrumen investasi yang sangat menjanjikan karena nilainya terus meningkat setiap tahunnya. Lebih dari itu, peminat di bidang properti tak akan habis. Kamu bisa mengikuti investasi properti dalam bentuk apartemen, perumahan, perhotelan, gedung sewa kantor, dan sebagainya. Untuk memulai bisnis yang menjanjikan ini, memang di butuhkan modal awal yang terbilang besar di bandingkan investasi lainnya. Untuk itu, mulailah mengumpulkan dana untuk memulai investasi properti. Sebagai permulaan, pilihlah range harga yang minimum agar risiko awalnya bisa ter-cover. Pilih juga mitra investasi yang tepercaya, berpengalaman, dan direkomendasikan banyak orang.

Baca Juga : Mitos Investasi Yang Tidak Perlu Anda Percayai

4. Deposito

Setiap hal pasti ada risikonya, terlebih investasi. Dalam pemilihan instrumen investasi, deposito bisa di jadikan pilihan tepat. Bagaimana tidak, deposito mempunyai tingkat risiko minim dengan bunga stabil, sehingga di jamin bahwa kamu mendapatkan keuntungan stabil pula. Deposito ini juga membantumu gemar menabung dengan dana yang hanya dapat di ambil dalam waktu tertentu.

5. Ilmu

Jenis investasi yang terakhir ini memang jarang terpikirkan oleh sebagian besar orang. Pendidikan memang sangat penting untukmu sebagai bekal hidup di dunia. Jika seseorang itu berilmu, setiap tahunnya ilmu itu akan meningkat dan berkembang. Suatu keahlian akan di milikinya sesuai apa yang di tekuninya. Jika ilmu tersebut di gunakan dengan baik, bisa bekerja atau menjalankan bisnis berbasis passion yang di milikinya. Soal keuntungan materi, itu sudah pasti ada asalkan mau konsisten dalam berupaya. Bukan berarti tanpa risiko, berbagai jenis investasi di atas cenderung lebih aman dengan jaminan peningkatan keuntungan setiap tahunnya. Keuntungan yang menjanjikan ini bisa di jadikan modal keyakinan untuk memulai berinvestasi. Jadi, tak perlu banyak ragu meski baru mulai berinvestasi. Sebagai saran, tetaplah mengukur kemampuan investasi agar risikonya tidak berlebih.

Mitos Investasi Yang Tidak Perlu Anda Percayai

Mitos Investasi Yang Tidak Perlu Anda Percayai

Mitos Investasi Yang Tidak Perlu Anda Percayai – Meski masih berusia muda, investasi tidak bisa lagi ditunda. Semakin Anda dewasa akan sadar bahwa uang hasil kerja keras Anda sendiri tidak seharusnya dibiarkan diam tanpa tujuan. Menabung memang bisa menjadi suatu pilihan yang aman, tapi dalam hal jangka panjang hanya menabung tentu tidak akan menguntungkan. Memutar uang lewat berbagai skema investasi seringkali menjadi pilihan agar pendapatanmu bisa jadi lebih bermanfaat dalam berbagai bidang toyota-bogor.id

1. Lulus kuliah atau menikah boleh sedikit terlambat. Tapi asuransi kesehatan wajib ada.

Sebagai seorang yang masih berusia dini atau anak muda sangat wajar jika Anda merasa belum perlu memiliki asuransi kesehatan. Padahal asuransi kesehatan seperti ini sangatlah penting, sekalipun untuk Anda yang masih muda dan sehat. Biaya kesehatan ini terkadang bisa jadi pengeluaran paling tak terduga yang bisa membuat Anda kehilangan uang. Padahal saat Anda menggunakan uang yang Anda miliki untuk mengangsur asuransi tiap bulannya juga akan tersimpan dan tidak hilang, karena prinsipnya sama saja seperti menabung. Uangnya pun dapat Anda ambil setelah beberapa waktu sesuai dengan jenis asuransi yang Anda ambil.

2. Masih banyak yang percaya emas adalah investasi yang tak ada matinya.

Pasti Anda sering mendengar orang yang mengatakan bahwa emas adalah jenis investasi yang paling menguntungkan karena harganya selalu stabil dan tidak mengalami penurunan. Seperti halnya investasi jenis lainnya, tentu investasi emas juga ada resiko yang harus dihadapi saat memutuskan mengambilnya. Tidak seperti pendapat yang beredar di pasaran — pada kenyataannya harga emas pun beredarpun juga sangat fluktuatif tergantung pada kurs rupiah terhadap dolar, tingkat inflasi, dan kondisi pasar.

3. Kebanyakan investor memandang sebelah mata pada pasar obligasi.

Banyak orang memandang rendah tentang investasi obligasi karena keuntungannya yang sedikit. Memang obligasi menawarkan bunga yang setara dengan modal. Jika Anda memiliki modal yang kecil, maka keuntungan yang Anda petik nantinya juga tidak terlalu besar. Lain halnya jika Anda memiliki modal yang besar karena bunga yang akan Anda dapatkan juga akan berlipat. Tetapi perlu Anda ketahui, pasar obligasi selalu menyediakan pemasukan yang tetap bagi para investornya karena memberikan tingkat keuntungan yang cenderung stabil meskipun dalam bentuk yang tidak terlalu besar.

4. Stop percaya bahwa investasi saham sama dengan judi. Semua harus dilakukan dengan analisis yang matang.

Pemerintah sudah mengatur undang-undang yang mengatakan bahwa jual beli saham yang di lakukan pada pasar saham adalah hal yang halal dan legal. Berita simpang siur banyak yang mengatakan bahwa investasi saham adalah bentuk judi justru menghambat masuknya investor ke pasar modal. Bermain saham berbeda dengan bermain judi. Jika dalam judi Anda cuma mengandalkan nasib dan keberuntungan, dalam skema investasi saham semua langkah yang akan di lakukan harus melewati sebuah perhitungan pasti.

5. Meski reksadana menggiurkan, jangan mudah percaya jika reksadana bisa dengan cepat membawa keuntungan.

Walaupun reksadana bisa menjadi pilihan buat Anda yang belum memiliki banyak modal, tapi yang perlu diingat Anda baru bisa mendapatkan untung yang maksimal dengan reksadana berjangka panjang. Semakin panjang reksadana yang Anda ambil maka bunga dan keuntungan yang akan Anda ambil juga akan semakin besar. Jika Anda berminat berinvestasi melalui reksadana, sekarang investasi jenis ini sudah tersedia di banyak bank komersial maupun aplikasi ponsel di Indonesia. Sebelum mengambil reksadana, sebaiknya Anda juga memutuskan terlebih dahulu apa tujuan Anda. Jika Anda sudah memutuskan visi dan misi Anda, maka akan lebih mudah untuk mengambil berapa lama jangka waktu reksadana yang Anda inginkan.

Liga top Eropa