nova88 login
daftar ibcbet
Investasi Jangka Panjang

Beberapa Jenis Investasi Jangka Panjang yang Bisa Kalian Coba

Beberapa Jenis Investasi Jangka Panjang yang Bisa Kalian Coba – Untuk mempersiapkan rencana di masa depan, di perlukan usaha yang jeli dan tepat, salah satunya adalah dengan investasi. Memang, berinvestasi bukanlah hal yang bisa menghasilkan keuntungan dengan cepat. Semuanya membutuhkan proses dan keuntungan dari investasi juga berkaitan dengan kondisi pasar. Investasi jangka panjang adalah jenis investasi yang cocok bila Anda memiliki rencana lebih dari 1 tahun.

Tujuan Investasi Jangka Panjang

Sebelum memulai investasi, Anda harus mengetahui terlebih dahulu tujuan dari investasi yang akan dilakukan, karena hal ini berkaitan dengan pemilihan instrumen investasi dan profil risiko yang berbeda-beda setiap individunya.

Apabila investasi di tujukan untuk kebutuhan pribadi, maka investasi jangka panjang bertujuan untuk mewujudkan target yang membutuhkan biaya besar, seperti dana pendidikan, dana pensiun, dana haji/umrah, dan lain-lain. Selain itu, investasi juga bertujuan memberi pendapatan dalam periode tertentu seperti dividen, bunga, royalti, dan sebagainya.

Baca Juga : Jenis-Jenis Investasi yang Populer di Indonesia

Kenali Jenis-jenis Investasi Jangka Panjang

Berikut 5 jenis instrumen investasi yang cocok di gunakan untuk berinvestasi dalam jangka panjang:

1. Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan seseorang atas perusahaan yang memiliki potensi keuntungan lebih besar dan di ikuti dengan potensi kerugian yang besar pula (high risk high return).

Investor yang menanamkan modalnya di saham akan berpotensi mendapatkan dividen, yaitu sebuah keuntungan yang di bayarkan perusahaan kepada pemegang saham.

Selain mendapat dari dividen, investor juga berpotensi memperoleh keuntungan dari capital gain, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual. Apabila investor membeli dengan harga per saham Rp.2,000 lalu menjualnya dengan harga Rp.3,000 per saham, maka investor mendapat capital gain sebesar Rp.500 untuk setiap saham yang di jualnya.

Namun, investor juga harus bersedia menanggung risiko apabila perusahaan sedang mengalami kerugian yang berdampak langsung kepada kondisi saham perusahaan itu sendiri.

2. Reksa Dana Campuran

Reksa dana bisa menjadi instrumen investasi alternatif bagi mereka yang tidak memiliki waktu banyak dan keahlian dalam mengelola investasinya, karena reksa dana akan di kelola oleh Manajer Investasi (MI).

Reksa dana memiliki beberapa jenis, salah satunya reksa dana campuran. Pada reksa dana jenis ini, modal investor akan di tempatkan oleh MI di beberapa efek sekaligus, seperti pasar uang (deposito), ekuitas (saham), dan surat utang (obligasi).

Reksa dana campuran cocok untuk investor yang memiliki risiko profil moderat dan ingin berinvestasi dalam jangka panjang (3-5 tahun atau lebih).

3. Reksa Dana Saham

Sesuai dengan namanya, reksa dana saham mengalokasikan dananya ke saham (80%) dan 20% sisanya di investasikan ke instrumen lainnya, seperti pasar uang dan obligasi.

Dengan tingginya persentase alokasi pada saham, maka tingkat risiko dan imbalnya akan mengikuti pergerakan perdagangan saham. Di karenakan harga saham yang fluktuatif, maka reksa dana saham cocok digunakan untuk investasi jangka panjang.

4. Properti

Properti di kenal sebagai instrumen yang memiliki nilai investasi tinggi dan di manfaatkan untuk memperoleh passive income. Anda bisa membeli properti (rumah, apartemen, ruko) di lokasi strategis dan kemudian di sewakan yang akhirnya berpotensi menghasilkan keuntungan.

Nilai plus dari kepemilikan properti sebagai instrumen investasi adalah harganya yang cenderung naik dan memiliki prospek baik sepanjang tahun. Namun, risiko kerugian yang di dapat adalah membutuhkan modal yang besar, biaya perawatan dan pajak yang tinggi.

5. Emas

Instrumen investasi terakhir ini pasti sudah tidak asing lagi. Harga emas yang cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya menjadi alasan banyak masyarakat berinvestasi di emas.

Selain itu, emas memiliki risiko yang minim dan tahan terhadap laju inflasi serta Anda dapat menjual emas kapanpun saat di butuhkan.

Strategi Investasi Jangka Panjang

Sebelum memilih instrumen investasi jangka panjang di atas, ada 3 strategi yang harus Anda lakukan, yaitu:

1. Kenali Profil Risiko

Profil risiko merupakan profil yang menunjukan seberapa besar kemampuan investor dalam menerima risiko pada sebuah investasi. Dengan mengetahui profil risiko, maka Anda bisa menghindari berbagai risiko yang ditemui, seperti memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan awal investasi.

2. Belajar Sebanyak-banyaknya

Ketika memutuskan untuk berinvestasi, maka Anda juga harus mengedukasi diri. Misalnya, jika memilih instrumen saham, maka Anda harus mempelajari performa perusahaan tersebut selama beberapa waktu ke belakang. Kemudian, pilihlah saham perusahaan yang Anda gunakan produknya. Dengan begitu, Anda mengetahui dengan betul seluk-beluk saham perusahaan yang Anda beli.

3. Komitmen dan Sabar

Berinvestasi membutuhkan jangka waktu dan proses yang tidak sebentar. Penting di ingat bahwa keuntungan yang di dapatkan dari investasi tergantung dari pergerakan pasar selama kurun waktu tersebut. Maka dari itu, komitmen dan sabar adalah kunci jika Anda memutuskan untuk berinvestasi jangka panjang.

Jenis-Jenis Investasi yang Populer di Indonesia

Jenis-Jenis Investasi yang Populer di Indonesia

Jenis-Jenis Investasi yang Populer di Indonesia – Investasi merupakan kegiatan penempatan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan tujuan mendapatkan penghasilan atau peningkatan nilai. Secara sederhana, investasi adalah salah satu alat untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan kita.

Pada dasarnya, tujuan keuangan setiap orang berbeda-beda. Sebut saja, seorang berusia 25 tahun tentu memiliki rencana dan cita-cita yang berbeda dengan orang berusia 50 tahun.

Berdasarkan tujuannya, investasi dibedakan menjadi investasi jangka panjang, menengah, dan investasi jangka pendek. Beda jangka waktu tentu beda strategi dan instrumen investasinya. Berikut jenis-jenis investasi yang populer di Indonesia.

Jenis Investasi Berdasarkan Tujuannya

1. Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek berlangsung antara kurang dari satu tahun hingga tiga tahun saja.

Sebagai contohnya, seorang pemuda berusia 25 tahun berniat untuk menikah tiga tahun ke depan. Maka dia membutuhkan dana segar untuk menyelenggarakan pesta pernikahan yang tidak murah.

Mengingat akan kebutuhan itu, maka pemuda tersebut disarankan untuk berinvestasi di instrumen rendah risiko dalam artian memiliki fluktuasi nilai yang stabil, likuiditas yang tinggi sehingga mudah dikonversikan dalam bentuk cash, serta bisa menghasilkan pendapatan tetap. Beberapa instrumen yang disarankan untuknya adalah deposito, reksadana pasar uang, atau surat utang negara jangka pendek.

Baca Juga: Tipe-Tipe Investasi Bodong, Jangan Sampai Tergiur!

2. Investasi Jangka Menengah

Ketika seseorang memiliki tujuan finansial antara 3 hingga 10 tahun, maka hal ini bsia disebut dengan investasi jangka menengah.

Sebut saja, dalam lima tahun ke depan Bapak Budi harus mendaftarkan diri putranya ke sebuah universitas ternama di Jakarta. Maka Bapak Budi membutuhkan dana yang cukup besar untuk membayar uang pangkal serta semester I.

Mengingat kebutuhan dananya di atas lima tahun, Bapak Budi bisa memilih instrumen dengan risiko sedikit lebih tinggi dari deposito, reksadana pasar uang, atau surat utang negara, dengan harapan memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi.

Instrumen yang dimaksud adalah reksadana pendapatan tetap (obligasi), obligasi swasta, reksadana campuran.

3. Investasi Jangka Panjang

Ketika tujuan investasinya di atas 10 tahun, maka investasi ini sudah masuk dalam kategori jangka panjang.

Tujuan-tujuan investasi itu bisa berupa biaya pendidikan anak, biaya penyelenggaraan pesta pernikahan anak, pembelian aset ke anak cucu, dan dana pensiun.

Semakin panjang periode investasi, makin fleksibel seseorang memilih instrumennya. Mereka bisa memilih instrumen dengan risiko rendah, moderat, tinggi, maupun instrumen yang tidak dapat di konversi dengan cepat.

Beberapa instrumen yang bisa di pilih untuk investasi jangka panjang antara lain logam mulia, reksadana saham, saham, hingga properti.

Cara Berinvestasi

Tidaklah sulit untuk berinvestasi, mengingat di era digital seperti saat ini, informasi mengenai instrumen investasi atau riset pasar sangatlah mudah di dapat. Namun, investasi tentu tidak bisa di lakukan secara sembarangan.

Berikut adalah cara berinvestasi yang baik, agar bisa mewujudkan tujuan keuangan kita.

1. Pastikan Kita Telah Sehat Secara Finansial

Sebelum berinvestasi, pastikan telah memiliki dana darurat yang ideal dan memiliki proteksi keuangan dengan memiliki jaminan kesehatan atau asuransi.

Merencanakan keuangan untuk masa depan memang sangat penting. Namun jangan pernah sepelekan hal-hal yang menjadi perhatian dan prioritas di masa kini.

2. Tentukan Tujuan Terlebih Dulu

Ketahuilah tujuan-tujuan keuangan yang ingin di capai dalam berbagai periode. Sebut saja untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Tanpa tujuan yang jelas, maka proses investasi akan menjadi tidak terukur.

Setelah menentukan tujuan, tentukan pula kebutuhan dana untuk merealisasikannya. Kita bisa memulai proses investasi setelah memahami kebutuhan dana.

3. Kenali Profil Risiko

Setiap instrumen investasi memiliki karakteristik investasi yang berbeda-beda, dan setiap investor juga memiliki profil risiko yang berbeda. Profil risiko bergantung kepada kemampuan dan kesediaan seseorang untuk menoleransi risiko investasi.

Investor konservatif cenderugn menghindari instrumen dengan volatilitas tinggi, dan investor agresif lebih berani mengambil risiko karena menghendaki imbal hasil yang tinggi.

Profil risiko tentu saja bisa berubah ketika pemahaman seseorang akan investasi mulai meningkat. Peningkatan pemahaman akan berinvestasi akan meningkatkan kemampuan menoleransi risiko.

4. Kenali Risiko Sistematis dan Non-Sistematis Investasi

Dalam investasi, terdapat dua jenis risiko yaitu sistematis dan non-sistematis. Sistematis merupakan risiko yang sama sekali tak bisa di hindari dan di versifikasi, serta menyerang ke segala macam instrumen. Risiko tersebut bisa berupa risiko pasar, perubahan tingkat suku bunga, dan inflasi.

Sementara itu risiko non-sistematik di nyatakan sebagai risiko yang masih bisa di hindari dengan cara di versifikasi instrumen investasi. Risiko tersebut antara lain adalah, risiko bisnis, risiko likuiditas, dan risiko tuntutan hukum.

Liga top Eropa